BAPPENAS - JEJAKMU (Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda Indonesia) jejakmu.bappenas.go.id - Catatan 19 Juni 2015
Lagi, terinsipasi oleh sosok Pemuda Bangsa yang hebat.
Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi mengenai situs berjejaring bagi para Muda Indonesia terkait Lapangan Kerja.
Jika ada yang sedang mencari lowongan dan ingin terinspirasi oleh kaum muda yang berkarya, bisa langung kunjungi situsnya.
Bapak Menteri Perencanaa Pembangunan Nasional (Bapak Andrinof Chaniago) menyampaikan bahwa melalui JEJAKMU maka akan memperkuat jejaring dan membangun informasi, sehingga gerakan Top Down dapat bersinergi dengan gerakan Bottom Up, seperti halnya untuk penyampaian dari sisi Pemerintah yang memiliki tujuan meningkatkan kualitas pertumbuhan Indonesia, menyediakan banyak lapangan kerja dan menggerakkan sektor ekonomi.
Menurut Ibu Rahma Iryanti (Deputi Kemiskinan, Ketenagakerjaan dan UKM), dengan 5 Pilar JEJAKMU (keahlian untuk dapat bekerja, kebijakan tenaga kerja bagi kaum muda, kewirausahaan, berbagi pengetahuan dan pemagangan), maka strategi revitalisasi ketenagakerjaan dapat diperkuat dengan optimalisasi website JEJAKMU untuk mencapai target penurunan pengangguran 5.6 % di tahun 2015/2016 dan melewati tantangan (dolar naik yang berdampak pada pasar tenaga kerja dan perekonomian).
Bapak Nono Sumarsono (Deputi Country Director for Program Plan Indonesia) menyampaikan bahwa program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda (YEE) telah melalui beberapa tahapan yaitu bimbingan, pelatihan, project serta penempatan pada mitra YEE, serta penerapan proses monitoring dan cost effectiveness.
Menurut Ibu Yanti Triwadiantini (Direktur Eksekutif IBL), Indonesia Business Link membuka peluang bagi kaum muda untuk berjejaring antar perusahaan yang mengacu pada Triple Bottom Line (profit-people-planet). Modus IBL adalah perusahaan atau entrepreneur yang sukses mendampingi yang baru dengan training dan ikut serta menjadi mentor dari perusahaan, memberikan pelatihan, peningkatan skill serta penempatan kerja.
Bapak Eko Kriswanto (Manager Program Save the Children) memaparkan bahwa Save the Children bekerja untuk anak-anak dan sampai masuk ke isu youth employment, yaitu isu mengenai pekerja anak, perlindungan anak, dan pengentasan kemiskinan pada anak.
Billy Boen (CEO PT. Young on Top Nusantara), menyampaikan bahwa YOT optimis untuk mengelola Topkarir bekerjasama dengan JEJAKMU melalui private sector serta technologi terbaru.
Dengan adanya dukungan orang-orang hebat ini, semoga para muda dapat mengambil hikmah dari JEJAKMU.
Ada juga sharing-sharing hebat dari teman-teman yang luar biasa, jatuh bangun membuka usaha sosial maupun bisnis, dan pada akhirnya mencapai kesuksesan.
Contohnya, Mohammad Bijaksana Junerosano (Entrepreneur) yang engembangkan kewirausahaan sosial terkait isu lingkungan yang sangat penting untuk membangun usaha dan menjalankan kegiatan sosial, sehingga tidak ketergantungan pada sokongan dana dari pihak tertentu. Hal yang dilakukannya adalah mengolah sampah plastik bekerjasama dengan pasar. Dan saat ini sudah membangun perusahaan lagi dalam proses pengolahan sampah, luar biasa.
Ada juga Teguh Wibowo (Peserta Program Magang Jepang) yang yakin bahwa untuk menjadi sukses harus tetap beribadah, jujur dan berusaha keras. Sekembalinya dari Jepang, Teguh membuka CV untuk mengelola baju yang diekspor ke Jerman dan membuka SMK Martha Abadi untuk siswa, gratis dan bahkan siswanya mendapat uang saku 250 ribu per bulan dan untuk kelas 3 menjadi 350 ribu per bulan.
Masih belum cukup, pada tahun 2014 ia membuka bank ternak, dengan pelatihan ternak hewan tidak berbau bagi masyarakat, gratis dan bisa bisnis di Boyolali. Untuk mendukung bank ini, ia membangkan lagi usaha pakan ternak yang lebih menarik dengan bentuk mainan bagi anak-anak untuk tertarik menjadi peternak sapi.
Ada Aris Munandar (Peserta Program Pelatihan Kabupaten Rembang) yang bercita-cita menjadikan Desa Ceriwi sebagai Desa Jamur. Dengan membangun usaha jamur, kini ia sudah memiliki banyak pekerja dan lebih fokus pada pengembangan mitra serta pendampingan mitra. Saat ini ia sudah membuat koperasi jamur, dengan membantu petani jamur yang tidak punya modal, didanai untuk membudidayakan jamur, dan mengembalikan biaya awal dengan jamur, serta menyediakan gedung untuk konsultasi usaha pertanian dan bisnis (Business Consultant) dengan pasarnya adalah mitra dari pelatihan untuk menjual jamur.
Dan, Jonathan Christian Suhartono (Young on Top) yang mempunyai motto "Membeli masa depan dengan harga sekarang”, yaitu dengan berinvestasi. Ia percaya bahwa dengan memiliki visi dan misi ke depan, generasi muda tidak akan terpengaruh dengan lingkungan seberat apa pun, dan tidak ada alasan untuk menyerah karena selalu ada kebebasan untuk memilih yang didukung oleh kecerdasan melihat peluang, sigap membangun networking dan bersikap proaktif untuk mencari tahu.
Sungguh, terinspirasi.
Semoga ada jalan yang bisa ditempuh untuk bisa belajar seperti mereka.
Oh iya, usia mereka muda-muda lho, rata-rata kepala dua.
Sekali Hebat dan Selamat Berkatya :)







Komentar
Posting Komentar